
Bangun menyertai jago berkokok adalah kebiasaan ibu saya. Untuk salat tahajud dan menyiapkan segalanya bagi kami keluarga tercinta.
Ibu adalah seorang guru. Meski rasanya dari waktu tersebut sampai waktunya berangkat ke sekolah lumayan panjang, nyatanya ibu tak selalu sempat memasak untuk kami semua. Bagi seorang anak yang sedikit sekali membantu, saya tidak komplain kalau ibu tidak memasak melainkan beli sayur di luar.
Sayangnya, saya bukan tipikal orang yang mudah bisa menikmati masakan orang lain. Ketika makanan yang dibeli ibu kurang saya sukai, saya hanya sedikit mengambilnya. Sering karena saya dan adik saya hanya mengambil sedikit, makanan itu kemudian terlupakan.
Lanjutkan membaca

