Arsip Bulanan: Februari 2020

The Cops

Eksistensi klitih belakangan ini kembali hangat dan menjadi kabar menyedihkan, khususnya bagi kami yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya.

Bagai angin segar mendapati Polres Kulonprogo akhirnya membentuk tim khusus ala Tim Jaguar dan Raimas Backbone yang sering asyik saya tonton di YouTube. Iya di YouTube. Saluran televisi saya sering bermasalah. Lagipula lebih fleksibel kapan ingin menonton.

AlhamdulillahThe Cops akhirnya hadir. Kondisi geografis Kulonprogo ini luas dan cukup banyak daerah yang sepi sunyi di malam hari–bahkan siang, sehingga sebenarnya cukup rentan meskipun sampai sekarang masih bisa dibilang aman.

Saya sangat mengapresiasi langkah yang diambil dan cepat direalisasikan oleh Polres Kulonprogo ini. Semoga jangkauan The Cops dapat segera meluas ke seluruh sudut Kulonprogo untuk menghadirkan keamanan dan kenyamanan di tengah-tengah masyarakat.

Meski demikian, tetap, keamanan adalah hasil dari sinergi kita semua. Kita wajib ikut berperanserta dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan di sekitar kita. Dengan cara apapun, meskipun itu hal yang sederhana dan terlihat sepele.

Ayo Pak Polisi, gencarkan yang seperti ini, agar kami masyarakat punya figur kepolisian yang keren seperti di film-film itu!

Bravo!

Kebutuhan Tersier

Hampir sebulan yang lalu saya bertindak bodoh dengan menawarkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan tersier seorang teman.

Mengapa bodoh, bukannya membantu itu hal mulia?

Iya, tapi tidak dalam hal untuk bermewah-mewah di atas kebutuhannya yang lain–yang sebenarnya lebih penting.

Saya menyesal telah membuatnya merasa benar mengatur prioritas yang salah.

Lagi pula, kebutuhan tersier seharusnya tidak perlu bantuan.

Entah apa yang saya pikirkan saat itu sehingga baru menyadarinya beberapa jam kemudian.

Rasa Memiliki

Foto oleh cottonbro di Pexels.

Sense of belonging itu penting. Karena tanpa rasa memiliki, hampir pasti kita tidak akan melakukan sesuatu dengan sempurna.

Rasa memiliki berarti peduli. Kita akan mengupayakan sekuat tenaga agar menjadi baik atau sukses.

Rasa memiliki membuat kita teliti terhadap hal-hal kecil yang dapat menurunkan kualitas. Kita akan dengan suka hati membenahi tiap detail kecil menjadi sebaik mungkin.

Rasa memiliki membuat kita bertahan meskipun itu sulit.