Arsip Penulis: Salim

Orang Indonesia Harus Tetap Belajar Bahasa Indonesia

Sejak beberapa minggu yang lalu saya mendapat banyak tugas sekolah. Padahal sekarang ini adalah minggu terakhir menjelang UKK. Entah mengapa di minggu ini masih ada saja tugas baru yang diturunkan kepada saya dan teman-teman di kelas. Tugas kali ini adalah membuat teks argumentasi tentang, “Mengapa orang Indonesia harus tetap belajar bahasa Indonesia?”. Sepertinya menarik juga dijadikan bahasan di sini.

Lanjutkan membaca

Bergumam

Cuaca memang sedang tidak bersahabat. Rasanya tidak cocok untuk berkeliling, main. Di langit terdengar seperti sesuatu yang sedang beradu. Asap mengepul perlahan dari ladang tetangga yang apinya padam terguyur derasnya hujan, sedikit mengoyak duduk santainya di beranda rumah, di teras. Secangkir kopi dan roti tawar yang baru dibelinya kemarin menjadi temannya. Tak ketinggalan sarung untuk melingkupi tubuhnya yang kedinginan. Duduk sendiri sepulang dari madrasah, mengingat apa yang tadi disampaikan oleh gurunya soal carut marut “Dunia-mu, Nak!”.

Lanjutkan membaca

Tragedi Empat Tahunan

Empat tahun yang lalu ketika saya menitih jalan menggunakan sepeda, perlahan melawan arus orang-orang yang terburu-buru melewati jalanan yang pada pagi itu diselimuti debu tebal erupsi Gunung Merapi. Teringat benar waktu itu. Saat pagi menjelang, sudah semalam lebih Yogyakarta dan sekitarnya dihujani debu vulkanik Merapi. Debu tebal menyelimuti seluruh Kulonprogo, tidak luput desa saya. Pagi yang sangat merepotkan saat listrik padam, mobilitas pun juga sulit.

Lanjutkan membaca

Salim

22 Oktober 2013

Ada yang berbeda sejauh ini? Tidak! Ini semua biasa-biasa saja. Sekarang saya sadar, bahwa saya tidak selalu bisa konsisten dengan apa yang saya perbuat. Maka, sekarang yang terbaik adalah dengan tampak biasa-biasa saja. Sederhana. Belajar konsisten dari sesuatu yang tidak terlihat dan tidak dirasakan orang lain. Dari diri sendiri.

Jangan berkhayal lebih terhadap ini, ini hanya soal kepribadian. Bukan yang lain.

Salim

13 September 2013

Sekalipun kalian masuk ke jajaran terpandang, hebat, adidaya, dan berkualitas pasti ada salah satu di antara kalian yang berbanding terbalik dengan keadaan itu. Percayalah!

Di Jogja dengan Trans Jogja

Trans Jogja, angkutan umum yang memiliki slogan “Aman, nyaman, andal, terjangkau, dan ramah lingkungan” ini rupanya memang menjadi pilihan warga Jogja, wisatawan dalam maupun luar kota dengan konsep angkutan yang mirip Trans Jakarta. Mulai dioperasikan sejak awal Maret 2008 tentunya Trans Jogja ini sedikit maupun banyak telah mengalami perubahan yang tidak terlalu saya ketahui.

Bus Trans Jogja dari aldinopegorino.blogspot.co.id.

Baiklah, jujur saya bukanlah warga Kota Jogja, namun hanya warga yang masih tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan hanya sesekali datang ke Jogja. Dan kali ini saya hanya akan berbagi pengalaman dengan Trans Jogja ini saat mulai beroperasi—dan baru saja ini.

Lanjutkan membaca

Ini, Itu?

Ketika seseorang itu adalah seorang manusia biasa, ramah-tamah dan dekat dan sedang berkumpul dengan manusia lain, punya kemampuan, daya pikir, dan keahlian khusus yang rata-rata sama satu dengan yang lain, seseorang itu pun tidak terlihat menonjol di sekelompok orang tersebut.

Lanjutkan membaca

Lebih Baik Jadi Blogger daripada Jadi Koruptor

Hanya sekadar cuap-cuap biasa yang sudah banyak dibicarakan di berbagai media, oleh berbagai kalangan dan wilayah. Lain dengan ini, jadi blogger. Jadi blogger lebih baik daripada jadi koruptor karena seorang koruptor jauh lebih tidak terhormat dibandingkan blogger yang bekerja meskipun pendapatan tidak seberapa.

Blogger jauh lebih terhormat daripada perilaku seorang yang korup, yang bisanya hanya kesana-kemari, lalu jika memang ada kerjaan ia lalu mengambil celah kesempatan untuk korupsi. Bisanya ya itu, korup di sana, korup di sini, di mana-mana korup.

Sampai kapan koruptor jera di negeri ini?
Sampai kapan negeri ini bebas dari korupsi?
Sampai kapan (Anda) belajar untuk berhenti dari tindakan ini?
Sampai kapan?

Payah.

Sungguh Mengecewakan

Begini ceritanya, 4 Maret 2013. Hari di mana sedang ada tes ujian, sebuah mata pelajaran. Dari rumah saya berangkat dengan tergesa-gesa dengan rasa khawatir yang sungguh besar, khawatir jika tidak dapat sampai tepat waktu. Itu artinya jika saya terlambat maka saya rugi kehilangan waktu mengerjakan soal. Mungkin untuk sebagian orang tak masalah. Tapi nyatanya, saya ini seorang yang tidak terlalu cepat dan kurang teliti dalam mengerjakan soal.

Lanjutkan membaca

Ketika Jejaring Sosial Menjadi Sumber Perselisihan

Di era maju dan serba teknologi seperti ini, siapa sih yang belum pernah tahu mengenai jejaring sosial? Tidak hanya orang dewasa dan remaja, anak-anak pun sekarang sudah tahu apa itu Facebook, apa itu Twitter. Sangatlah banyak fungsi dari jejaring sosial sendiri. Banyak fungsi di antaranya kita dapat mengobrol, berdiskusi, dan membuat grup untuk membagikan apapun dengan kerabat ataupun rekan kerja.

Lanjutkan membaca